Perlukah Antibiotik untuk Batuk? Yuk, Cari Tahu di Sini!

Perlukah Antibiotik untuk Batuk? Yuk, Cari Tahu di Sini!

  • November 11, 2021

Batuk merupakan salah satu penyakit  yang mudah sekali menyerang tubuh. Terutama pada saat pergantian musim yang ekstrim. Terkadang, batuk juga disebabkan oleh lingkungan yang kurang bersih atau makanan yang kurang sehat. Ketika sedang mengidap batuk, anda biasanya akan merasakan banyak sekali keluhan. Mulai dari tenggorokan yang gatal, dahak yang tidak kunjung hilang, nafsu makan yang menurun, lemas, sampai dengan sakit kepala. Antibiotik untuk batuk pun kerap dijadikan solusi. 

Namun apakah perlu minum antibiotik saat batuk? Fungsi antibiotik dapat membantu membunuh bakteri dan meredakan nyeri, apakah benar batuk disebabkan oleh bakteri? Sebelum memastikan apakah perlu minum antibiotik untuk batuk, ada baiknya anda mempertimbangkan terlebih dahulu hal-hal penting berikut ini untuk mengetahui kapan antibiotik diperlukan untuk diminum pada pasien yang mengidap batuk.

Jika Terjadi Infeksi Bakteri

Anda dapat minum antibiotik untuk batuk apabila memang pada batuk yang anda derita terdapat infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Namun penggunaan antibiotik pada batuk ini tidak bisa digunakan secara mandiri hanya dengan melihat dosis pada kemasan.

Faktanya, apabila dosis yang diberikan kurang cocok maka justru antibiotik ini akan menyebabkan bakteri yang menginfeksi menjadi kebal. Jadi cara terbaik untuk minum antibiotik untuk batuk adalah berkonsultasi dulu dengan dokter. Apabila dokter tidak menganjurkan untuk minum antibiotik, maka anda tidak perlu meminumnya karena batuk dianggap masih dapat sembuh dengan sendirinya.

Bagaimana Mengatasi Batuk yang Mengganggu Tanpa Antibiotik?

Antibiotik bukan merupakan satu satunya jalan keluar yang bisa ditempuh apabila batuk memang sudah dirasa sangat mengganggu. Sebab, memaksakan tubuh untuk meminum antibiotik justru akan menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Di samping itu, pada dasarnya antibiotik ini merupakan suatu obat medis yang fungsi utamanya adalah untuk menghambat, mematikan, serta menghentikan pertumbuhan bakteri di dalam tubuh. Untuk mengkonsumsinya pun tidak boleh dilakukan lebih dari 1 minggu.

Untuk mengatasi batuk yang dirasa sangat mengganggu, biasanya akan disarankan obat batuk lain yang sesuai dengan jenis batuk yang diderita. Contohnya adalah obat batuk herbal (OBH) dan obat batuk ekspektoran yang dapat membantu mengeluarkan dahak dari tenggorokan. Biasanya obat batuk tersebut juga dilengkapi dengan sensasi mentol untuk menciptakan rasa nyaman dan lega di tenggorokan. 

Di samping itu, anda juga dapat mencoba mengatasi batuk dengan menggunakan bahan yang anda miliki sendiri di rumah. Seperti berkumur dengan menggunakan air garam, atau meminum the yang telah ditambahkan madu atau jahe ke dalamnya.

Jangan lupa juga untuk minum air putih secara cukup dan menghindari debu atau paparan asap. Anda juga dapat memasang posisi bantal yang nyaman untuk kepala anda saat tertidur, sehingga aliran udara anda menjadi lancar dan mempermudah anda untuk bernapas lebih lega.

Miskonsepsi lain yang sering terjadi di tengah masyarakat adalah dalam mengartikan dahak sebagai sumber bakteri yang perlu dibasmi oleh antibiotik. Padahal, faktanya batuk berdahak belum tentu menjadi penanda infeksi bakteri pada saluran tenggorokan.

Dahak tersebut dikenal sebagai dahak purulen yang terjadi pada hampir 50% pasien yang memiliki bronchitis akut. Dahak diproduksi dari peluruhan sel pada trakea dan saluran udara, bersama sel inflamasi. Nah, purulensi ini tidak selalu menjadi penanda dari adanya infeksi bakteri. Jadi cara terbaik untuk menentukan apakah perlu minum antibiotik untuk batuk adalah dengan berkonsultasi langsung dengan dokter.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*