Bedak Padat Pigeon Melindungi Dari Paparan UV

  • September 22, 2021

Paparan terhadap radiasi sinar ultraviolet (UV), baik dari matahari, lampu, atau tanning bed, merupakan penyebab utama kanker kulit, menyebabkan sekitar 86 persen kanker kulit non-melanoma dan 90 persen kanker kulit melanoma. Sebagai tambahan, paparan UV berlebih juga dapat meningkatkan risiko penyakit mata, seperti katarak dan kanker mata. Risiko kesehatan yang dihubungkan dengan paparan radiasi UV tentunya telah didokumentasikan dengan baik. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini secara resmi mengklasifikasikan radiasi UV sebagai karsinogen pada manusia. Untuk itulah Anda harus selalu melindungi kulit dari radiasi berbahaya tersebut. Ada banyak sunscreen yang tersedia di pasaran saat ini. Anda juga bisa menggunakan bedak padat Pigeon yang mengandung microfine zinc oxide yang dapat melindungi kulit wajah cantik Anda dari pengaruh buruk radiasi sinar matahari. 

Memakai bedak pada Pigeon sangatlah penting agar Anda bisa melindungi kulit wajah dari pengaruh buruk sinar matahari. Ada banyak studi yang memperingatkan bahaya risiko paparan sinar UV. Satu studi menunjukkan bahwa tanning bed yang digunakan oleh remaja dapat meningkatkan risiko kanker kulit sejak dini, sementara penelitian lain menemukan banyak luka bakar akibat sinar matahari pada remaja dan orang dewasa dapat meningkatkan risiko melanoma sebesar 80 persen. Bahkan karena alasan inilah Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) baru-baru ini mengganti regulasi tanning bed, yang sekarang memberikan peringatan bahwa produk tersebut tidak boleh digunakan oleh mereka yang berusia kurang dari 18 tahun. 

Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana radiasi UV menyebabkan kerusakan pada kulit? Radiasi UV terdiri dari 3 pita gelombang yang berbeda, yaitu UVA, UVB, dan juga UVC. Pita gelombang UVC merupakan UV dengan energi paling tinggi namun dengan panjang gelombang yang paling pendek, dalam arti pita gelombang jenis ini tidak mencapai permukaan bumi dan tidak menyebabkan kerusakan kulit pada manusia. Akan tetapi, UVA memiliki panjang gelombang yang panjang dan mengisi 95 persen dari radiasi UV sinar matahari yang sampai ke permukaan bumi, sementara UVB, dengan panjang gelombang di tengah-tengah, mengisi sisanya. Tanning bed umumnya akan memancarkan radiasi UVA, terkadang bahkan hingga 12 kali lebih tinggi dari yang dikeluarkan oleh matahari. 

Baik UVA dan UVB dapat merusak kulit dengan cara menembus lapisan kulit dan menghancurkan DNA sel. Radiasi UVA sering masuk ke lapisan lebih dalam kulit, yang dikenal dengan sebutan dermis, menuakan sel-sel kulit dan menyebabkan keriput. Sementara itu, radiasi UVB merupakan penyebab utama kulit kemerahan atau luka bakar akibat sinar matahari, karena UVB akan merusak lapisan luar kulit yang dikenal dengan sebutan epidermis. 

Paparan UV berlebih dapat menyebabkan mutasi genetik yang dapat mengakibatkan perkembangan kanker kulit. Proses pencokelatan kulit, atau tanning, adalah cara kulit yang mencoba untuk menghentikan kerusakan DNA agar tidak terjadi. Tentu bukan kulit saja yang rentan rusak akibat radiasi UV. Sinar matahari yang sangat terang dapat meresap ke permukaan jaringan mata, dan juga kornea, serta lensa mata. Jika terus menerus terjadi, sinar UV dapat merusak penglihatan Anda. 

Menggunakan tabir surya saat berada di luar ruangan merupakan cara paling mudah untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi sinar matahari. Anda juga bisa memakai bedak padat Pigeon dengan kandungan microfine zinc oxide sebagai pelindung UV. Tidak hanya melindungi dari UV, bedak padat Pigeon ini juga dapat menjaga kelembapan kulit wajah.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*