Yuk Mainan Slime, Bermanfaat Bagi Kesehatan Mental Lho!

  • October 14, 2021

Apa yang pertama kali kamu bayangkan ketika kamu mendengar kata slime? Mainan slime ini sempat populer beberapa tahun lalu karena teksturnya yang kenyal yang membawa kepuasan tersendiri bagi orang yang memainkannya. Beberapa mainan slime juga memiliki tambahan pewarna dan pernak-pernik sehingga membuatnya tampak terlihat lebih memukau. 

Slime merupakan salah satu mainan yang termasuk dalam sensory play. Sensory play adalah aktivitas permainan yang dapat meningkatkan panca indera bayi dan anak-anak. Tapi selain bermanfaat untuk anak-anak, mainan slime juga memiliki manfaat bagi kesehatan mental kita, lho. 

Mainan slime yang bagus untuk anak

Manfaat bermain slime bagi kesehatan mental

Slime memiliki tekstur yang kenyal dan sedikit lengket seperti jeli. Karena teksturnya yang unik dan fleksibel, slime bisa dibentuk menyerupai apa saja. Mainan slime juga diberi tambahan warna-warna lembut hingga cerah, dan hiasan seperti manik-manik berwarna. Beberapa slime juga ditambahkan aroma wangi dan dibentuk sedemikian rupa sehingga enak dipandang. Ketika dimainkan, slime bisa menghadirkan suara unik yang bisa menstimulasi respon meridian sensorik otonom (ASMR).

Slime dapat merangsang penglihatan, sentuhan, penciuman, dan suara. Karena hal-hal tersebut, mainan slime membawa banyak manfaat bagi kesehatan fisik maupun psikologis. Berikut ini beberapa manfaat slime bagi kesehatan mental:

  1. Meningkatkan fokus dan perhatian

Mainan slime memberikan pengalaman sensorik yang mendalam, bahkan untuk orang dewasa. Bermain slime dapat mempertahankan 10% dari fokus dan kesadaran seseorang, sangat bagus bagi seseorang yang sulit berkonsentrasi dalam jangka waktu lama. 

  1. Melepas stres

Salah satu manfaat bermain slime yang paling terkenal adalah meningkatkan suasana hati dan melepas stres. Tekstur slime yang menyerupai lendir yang lembut, dingin, dan fleksibel. Tindakan meremas, meregangkan, atau melipat slime membuat rileks, sehingga cocok dimainkan ketika kamu sedang merasa cemas atau gugup. 

Dengan bermain slime, kamu akan fokus pada aktivitas sensorik tersebut daripada penyebab stres yang sebenarnya. Bahkan pada beberapa orang mainan slime lebih efektif membantu mengurangi gejala depresi dibandingkan bentuk terapi lainnya. 

  1. Membantu melatih mindfulness

Mindfulness adalah kondisi seseorang sadar akan dirinya pada saat ini tanpa khawatir akan hal lainnya. Mindfulness bisa dilatih dengan cara meditasi, dan menariknya bermain slime juga bisa membantumu mencapai kondisi mindful. Hal ini juga berkaitan dengan manfaat slime dapat meningkatkan fokus dan perhatian tanpa mudah teralihkan. Slime juga membantu mengembangkan kebiasaan untuk mengidentifikasi dan mengatur keadaan emosi seseorang. 

  1. Melatih kesabaran

Jika kamu ingin membuat mainan slime sendiri, butuh kesabaran dalam membuat slime. Pasalnya, proses pembuatan slime hingga mendapatkan slime sesuai keinginan tidak semudah kelihatannya. Kamu akan melalui beberapa kali trial dan error, yang membutuhkan ketekunan serta kesabaran. 

Catatan

Slime adalah mainan anak-anak yang cukup populer, tapi terlepas dari itu mainan ini juga bisa digunakan tanpa batasan usia karena pengalaman sensorik bisa didapatkan oleh anak-anak hingga lansia. 

Mainan slime umumnya memiliki bentuk yang kecil sehingga mudah dibawa kemana-mana, dan bisa digunakan kapanpun terutama di situasi yang menegangkan atau membutuhkan perhatian dan konsentrasi tingkat tinggi. Slime memang bisa membantu mengurangi kecemasan seseorang menjadi lebih tenang dan mindful. Tapi pada akhirnya itu tergantung pada kepribadian orang tersebut dan apakah mereka menyukai tekstur dan suara yang dihasilkan slime. Jika tidak berhasil, ada baiknya mengunjungi psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih Singlet Bayi

  • July 30, 2021

Singlet bayi berfungsi sebagai pakaian dalam untuk membuat tubuh bayi tetap hangat. Namun, belakangan ini singlet bayi juga berfungsi sebagai baju yang sejuk untuk dipakai dipakai sehari-hari. 

Singlet bayi harus nyaman dan mudah dikenakan

Dan berikut ini adalah hal-hal yang perlu diketahui dan dilakukan saat memilih singlet bayi yang dapat membantumu sebagai calon ibu atau sudah menjadi ibu yang tengah mempersiapkan pakaian bayi. Simak selengkapnya sebagai berikut:

  1. Pilih Bahan yang Lembut dan Menyerap Keringat

Karena singlet bayi dipakai sebagai dalaman, Kamu tentu harus mencari singlet bayi dengan bahan yang sejuk dan menyerap keringat. Jika bahan singlet panas dan gerah, bayi akan merasa tidak nyaman dan mungkin menjadi rewel. Selain itu, kulit bisa menjadi ruam, iritasi, atau gatal-gatal dan menimbulkan biang keringat.

Bahan katun dapat menjadi salah satu pilihan terbaik untuk bahan singlet bayi. Namun, pastikan bahan tersebut tidak hanya sejuk, tetapi juga lembut di kulit bayi. Hal ini bertujuan agar kulit tidak iritasi saat bergesekan dengan bahan singlet.

  1. Tentukan Modelnya Berdasarkan Umur Bayi

Ada dua macam model singlet bayi, yakni jumper (sampai usia 6 bulan) dan kaus kutang atau sleeveless (untuk bayi usia 6 bulan ke atas). Kalau untuk model jumper untuk bayi baru lahir sampai usia 6 bulan, biasanya terdapat kancing di bagian selangkangan. Model ini tidak akan bergeser meski bayi bergerak ke segala arah. 

Perut bayi akan tetap aman saat tidur dan tetap hangat karena tertutupi singlet. Kancing di bagian selangkangan dibuat bertujuan agar Anda lebih mudah saat mengganti popok bayi. Hal ini penting karena memilih baju bayi tidak cukup hanya nyaman untuk dipakai oleh anak saja. 

Sementara untuk model sleeveless top untuk bayi usia 6 bulan ke atas, model ini merupakan model singlet bayi pada umumnya. Modelnya menyerupai kaos tanpa lengan dengan bahan yang cenderung lebih tipis dibanding kasus pada umumnya. 

  1. Sesuaikan Motif, Warna, dan Desain dengan Gender Bayi

Jika kamu pikir singlet bayi hanya monoton berwarna putih polos saja, kamu salah. Kini sudah ada begitu banyak motif, warna, dan desain singlet bayi yang bisa disesuaikan dengan gender bayimu. 

Jika bayimu perempuan, bisa memilih desain yang cute dan girly. Untuk warna, kamu bisa memilih warna-warna khas anak perempuan seperti pink atau kuning. Mungkin tidak banyak singlet bayi yang diciptakan bermotif, akan tetapi ada beberapa model dengan motif kupu-kupu, bunga, dan motif cute lainnya yang bisa kamu pilih.

Sementara untuk singlet bayi laki-laki, kamu bisa memilih warna seperti hijau dan biru. Motifnya pun bisa disesuaikan dengan karakter kesukaan mereka, misalnya mobil, dinosaurus, atau pesawat terbang.   

  1. Pilih Ukuran yang Longgar agar Bayi Tetap Bebas Bergerak

Bayi butuh pakaian yang membuat mereka nyaman, terutama saat mereka sudah mulai aktif bergerak. Begitu pula dengan pakaian dalam mereka. Untuk itu, carilah singlet bayi yang tidak terlalu ketat agar tidak membuat mereka sesak dan gerah.

Sebaiknya, kamu memilih singlet bayi yang sedikit longgar, tetapi tidak sampai terlalu kebesaran. Dengan demikian, kulit mereka bisa bernapas dan gerak mereka pun tidak terhambat.

Itu dia empat hal yang perlu diketahui lebih dulu sebelum membeli singlet bayi untuk si kecil. Mudah-mudahan tulisan ini memberi kesan dan wawasan yang baru bagi kalian, para orang tua, yang sedang mencari singlet bayi. Semoga bermanfaat, ya.

Semua Hal yang Perlu Anda Tahu tentang Jadwal Vaksin Anak MMR Terlengkap

  • June 16, 2021

Vaksin adalah zat yang berguna membentuk daya tahan tubuh dan merangsang tubuh menghasilkan antibodi. Jadwal vaksin anak biasanya disesuaikan dengan jenis vaksin dan usia anak. Masing-masing vaksin harus diberikan pada usia tertentu yang sudah diatur.

Salah satu imunisasi yang diberikan pada anak adalah vaksin MMR. Vaksin ini untuk melindungi anak dari campak, gondongan, dan rubella.

Mengenal Vaksin MMR

Vaksin MMR merupakan vaksin hidup, berupa antigen virus yang mampu mencegah infeksi penyakit gondongan, campak, dan rubella. Vaksin hidup ini bisa diberikan bersama dengan vaksin hidup atau tidak hidup lainnya. 

Jika diberikan vaksin hidup lain, biasanya minimal intervalnya 28 hari dari pemberian sebelumnya. Adapun tujuan vaksin ini adalah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar terhindari dari infeksi ketiga virus penyabab penyakit. 

Pentingnya Pemberian Vaksin MMR

Vaksin MMR ini diberikan untuk bisa membantu mencegah campak, rubella, dan juga gondongan. Ketiga penyakit ini tergolonga berbahaya dengan komplikasi bermacam-macam. 

Penyakit campak memiliki komplikasi berupa infeksi telinga, radang otak, hingga radang paru. Komplikasi gondongan berupa radang selaput otak, radang buah zakar yang menyebabkan kemandulan pada pria, serta adanya gangguan. pendengaran permanen. Sedangkan komplikasi rubella bisa menyebabkan cacat lahir pada janin  atau sindrom rubella kongenital bila dialami oleh ibu hamil muda.

Orang-orang yang Membutuhkan Vaksin MMR

Semua orang sebenarnya dianjurkan untuk mendapatkan vaksin MMR ini, terlebih kelompok berikut:

  • Bayi dan anak-anak yang belum memasuki usia sekolah
  • Anak remaja hingga berusia 18 tahun yang belum mendapatkan vaksim MMR sebelumnya. Atau sudah pernah mendapatkan imunisasi MMR tapi tidak komplit
  • Bagi wanita yang merencanakan kehamilan
  • Orang dewasa yang lahir pada rentang tahun 1970-1979 yang baru mendapatkan vaksin campak saja. Orang-orang yang lahir tahun 1980-1990 yang tidak terlindungi dari penyakit gondongan.

Orang yang Tidak Boleh Menjalani Vaksin MMR

Ada beberapa golongan orang yang tidak bisa menerima vaksin MMR ini, yaitu:

  • Mengalami reaksi alergi berat pada neomisin atau komponen dari vaksin MMR
  • Sudah pernah mengalami reaksi alergi berat pada penyuntikan vaksin MMR sebelumnya
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita kanker, penderita HIV/AIDS, orang yang mengonsumsi obat-obatan seperti steroid dan imunosupresan.
  • Sedang menderita tuberkulosis

Pemberian vaksin MMR ini harus ditunda bila seseorang mengalami:

  • Sakit dengan tingkat keparahan sedang hingga berat
  • Sedang hamil
  • Baru saja menerima vaksin lain 4 minggu sebelumnya
  • Baru saja mendapatkan transfusi darah
  • Mengalami kondisi medis yang menyebabkan Anda mudah mengalami lebam atau perdarahan

Persiapan Pemberian Vaksin MMR

Ada beberapa persiapan sebelum seseorang mendapatkan vaksin, yaitu:

  • Mendiskusikan dengan dokter tentang manfaat dan risiko pemberian vaksin MMR
  • Memastikan Anda tidak sedang hamil
  • Pastikan kondisi Anda atau anak benar-benar sehat saat akan menjalani vaksin MMR
  • Beritahulah dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat yang pernah dialami, apalagi bila Anda alergi obat neomisin atau komponen lain yang ada dalam vaksin MMR

Jadwal vaksin anak MMR ini akan diberikan beberapa kali sesuai dengan usianya. Pada bayi biasanya diberikan vaksin MMR pertama kali di usia 15-18 bulan, dosis selanjutnya diberikan pada usia 10-12 tahun atau 12-18 tahun.

Pada orang dewasa yang belum mendapat vaksin MMR atau statusnya imunisasinya tidak jelas, bisa mendapat vaksin MMR ini. Namun, tidak boleh diberikan pada wanita hamil. Setidaknya wanita mencegah kehamilan satu bulan setelah mendapatkan vaksin.

Orang dewasa yang belum menerima vaksin MMR sama sekali dianjurkan untuk mendapatkannya minimal satu kali. 

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terkait jadwal vaksin anak ini sebelum melakukan imunisasi.