Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi?

  • November 16, 2021

Kopi adalah minuman yang terbuat dari biji kopi yang sudah dihaluskan. Kopi mengandung kafein sehingga memberikan efek penambah energi. Minuman ini sangat disukai oleh orang-orang, baik itu pria maupun wanita. Namun, mengonsumsi kopi berlebihan juga dapat mengakibatkan masalah pada ibu hamil. Lalu, bolehkah ibu hamil minum kopi? Simak ulasannya berikut ini. 

Keamanan Mengonsumsi Kopi Selama Kehamilan

Selain memiliki manfaat yang banyak, kopi juga dapat menyebabkan efek samping. Hal ini karena kopi mengandung kafein. Saat hamil, kemampuan tubuh Anda untuk memecah kafein melambat, sehingga kadar kafein dalam darah akan meningkat. 

Saat memasuki trimester kedua, dibutuhkan hampir dua kali lebih lama untuk membersihkan kafein dari tubuh Anda, dibandingkan saat Anda tidak hamil. Sementara itu, pada trimester ketiga, tubuh membutuhkan waktu hampir tiga kali lebih lama untuk memecah kafein. 

Jika dikonsumsi terus menerus tanpa batas, kafein dalam tubuh dapat mengendap dan menyebabkan gangguan kesehatan pada tubuh. Hal ini karena kafein dapat menghambat penyerapan nutrisi, khususnya zat besi dari makanan yang Anda konsumsi. 

Saat tubuh kekurangan nutrisi, sel-sel darah merah tidak terbentuk akibat kafein. Padahal sel darah merah sangat dibutuhkan untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh. 

Terhambatnya produksi sel darah merah mengakibatkan kadar sel darah merah menurun dan tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan anemia akut pada ibu hamil, sehingga memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. 

Efek Mengonsumsi Kopi yang Mengandung Kafein

Kafein adalah stimulan yang ditemukan di berbagai tanaman, termasuk kopi, kakao, dan guarana. Senyawa ini memberikan efek positif pada kondisi neurologis, khususnya pada penderita penyakit jantung, penyakit hati, diabetes, dan beberapa jenis kanker.

Namun, mengonsumsi minuman berkafein dalam jumlah yang tinggi dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Bagi orang normal yang sehat, batas konsumsi kopi adalah 4 cangkir, sementara pada ibu hamil konsumsi kopi harus dikurangi.

Berdasarkan penelitian Jingjing Qian (2019), hal ini karena kafein dapat dipecah selama kehamilan dan dapat melewati plasenta, sehingga senyawa kafein dapat masuk ke dalam tubuh janin melalui plasenta. Padahal, organ tubuh janin belum berkembang sempurna, sehingga kemungkinan kafein akan mengendap karena tidak dapat diproses oleh janin. Hal ini dapat membuat kafein mengendap dalam tubuh janin.

Meskipun perlu penelitian lebih lanjut, ada beberapa penelitian dari Ling-Wei Chen (2018) dan Ji Li (2015) telah mengatakan bahwa asupan kafein yang terlalu tinggi selama kehamilan dapat menyebabkan: 

  • berat badan lahir bayi rendah
  • menghambatan pertumbuhan
  • keguguran (Berdasarkan studi American Journal of Obstetrics and Gynecology menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi 200 mg atau lebih setiap hari, memiliki risiko keguguran lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kafein).
  • risiko obesitas lebih tinggi selama masa kanak-kanak.

Batas Konsumsi Kopi bagi Ibu Hamil

Efek kafein selama kehamilan masih perlu penelitian lebih lanjut. Terlebih efeknya dapat bervariasi pada setiap orang. Bagi ibu hamil yang ingin menyantap kopi sesekali, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan agar ibu hamil mengonsumsi tidak lebih dari 200 mg kafein per hari. Perlu diketahui bahwa dalam 1 cangkir (240 ml) kopi hitam mengandung 96 mg kafein, sehingga batas konsumsi bagi ibu hamil adalah 2 cangkir per hari.

Selain itu, Anda dapat melihat cara pengolahan dan penyajian kopi. Hal ini karena proses pengolahan dan penyajian dapat memengaruhi kandungan kafein dalam kopi. Adapun kandungan kafein yang tertera dalam berbagai jenis kopi adalah sebagai berikut:

  • Kopi hitam: 95-200 mg per porsi 8 ons  (237 mL)
  • Espresso biasa: 127 mg per porsi 2 ons (60 mL)
  • Kopi yang diseduh biasa: 96 mg per porsi 8 ons (240 mL)
  • Kopi decaffeinated: 2-12 mg per porsi 8 ons (237 mL)
  • Espresso decaffeinated instant: 0-15 mg per porsi 1 ons (30 mL)
  • Latte atau mocha: 63-175 mg per porsi 8 ons (237 mL).

Selain kopi, beberapa makanan dan minuman lain juga mengandung kafein yang mungkin perlu Anda ketahui, meliputi:

  • Cokelat hitam: 80 mg per porsi 3,5 ons (100 gram)
  • Minuman energi: 72 mg per porsi 8 ons (240 mL)
  • Teh hitam yang diseduh: 47 mg per porsi 8 ons (240 mL)
  • Cola: 33 mg per porsi 12 ons (355 mL)
  • Cokelat panas: 7 mg per porsi 8 ons (240 mL)
  • Cokelat Baker: 26 mg per porsi 1 ons
  • Teh hijau: 47 mg per porsi 8 ons (240 mL)

Batas konsumsi kopi pada setiap orang mungkin dapat bervariasi, tergantung pada kondisi kesehatannya. Untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, Anda mungkin dapat mengonsumsi kopi tanpa kafein sebagai alternatif. Akan lebih baik jika untuk sementara waktu, Anda tidak mengonsumsi kopi selama kehamilan.

Waspadai Ciri-Ciri Hamil Anggur dan Komplikasinya

Waspadai Ciri-Ciri Hamil Anggur dan Komplikasinya

  • November 11, 2021

Gangguan kehamilan yang satu ini, termasuk langka yang terjadi pada 1 dari setiap 1.000 kehamilan. Namun, ibu tetap harus mewaspadai ciri-ciri hamil anggur dan mengetahui masalah kesehatan pada bayi dan ibu hamil yang disebabkan oleh hamil anggur. 

Hamil anggur (mola hidatidosa) atau disebut juga dengan molar pregnancy adalah kondisi dimana bayi tidak memiliki plasenta yang sehat tapi justru mengembangkan tumor non-kanker. Hamil anggur merupakan salah satu dari banyaknya komplikasi kehamilan yang disebabkan oleh kelainan genetik. 

Lebih dekat dengan hamil anggur

Hamil anggur terjadi ketika sel telur tidak terbuahi oleh sperma secara benar dan menyebabkan kelainan pada plasenta. Selama proses pembuahan, harusnya plasenta terbentuk secara normal agar bayi bisa menerima pasokan nutrisi, oksigen, dan darah dari ibu. Sebaliknya, sel-sel yang akan berkembang menjadi plasenta justru berubah menjadi tumor. 

Hamil anggur adalah salah satu jenis penyakit trofoblas gestasional (GTD) yaitu sekelompok kondisi yang menyebabkan tumor tumbuh di rahim. Dalam kasus ini, tumor berupa kista berisikan cairan yang berbentuk menyerupai kumpulan buah anggur. 

Terdapat dua jenis hamil anggur (kehamilan molar), yaitu kehamilan mola parsial dimana embrio masih memiliki beberapa jaringan plasenta, dan kehamilan mola lengkap dimana embrio tidak memiliki jaringan plasenta sama sekali. 

Penyebab dan faktor risiko

Hamil anggur sangat erat kaitannya dengan kelainan genetika pada kromosom embrio. Kromosom berisikan gen yang menyimpan sifat khusus yang diturunkan dari orang tua ke anak. Normalnya, seorang anak mendapatkan satu kromosom dari ibu dan satu dari ayah dengan total kromosom 46. Namun pada hamil anggur, sel telur kosong dibuahi oleh satu atau dua sperma dan 2 pasang kromosom semua berasal dari ayah karena kromosom dari sel telur ibu tidak aktif atau hilang. 

Seorang wanita berisiko tinggi mengalami hamil anggur jika memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Hamil di usia kurang dari 20 tahun atau di atas 35 tahun. Risikonya akan lebih tinggi jika ibu berusia lebih dari 40 tahun
  • Pernah mengalami kehamilan molar sebelumnya
  • Memiliki riwayat keguguran sebanyak dua kali atau lebih

Wanita dengan ras tertentu atau lokasi tempat tinggal juga dipercaya dapat meningkatkan risiko hamil anggur. Penelitian di Amerika Serikat menemukan wanita keturunan Eropa memiliki risiko hamil anggur yang lebih tinggi dibandingkan wanita etnis lain. 

Tanda dan gejala yang harus diwaspadai

Awalnya, wanita yang hamil anggur terlihat seperti memiliki kehamilan yang sehat. Namun setelah beberapa saat mulai tampak gejala yang mencurigakan. Ciri-ciri hamil anggur mungkin mirip dengan masalah medis atau komplikasi kehamilan lainnya, karena itu ibu harus melakukan pemeriksaan sedini mungkin jika merasakan gejala di antaranya:

  • Pendarahan vagina dalam trimester pertama kehamilan
  • Mual dan muntah yang parah (terutama di pagi hari)
  • Preeklamsia atau hipertensi
  • Tingkat HCG tinggi
  • Ukuran perut lebih besar atau meningkat diatas kehamilan yang sehat, atau bisa juga ukuran perut dibawah yang seharusnya
  • Tidak ditemukan detak jantung atau pergerakan dari janin
  • Keluarnya kista menyerupai anggur dari vagina
  • Tiroid terlalu aktif (hipertiroidisme)
  • Anemia
  • Nyeri panggul yang hebat

Apakah hamil anggur bisa disembuhkan?

Kebanyakan wanita dengan hamil anggur berakhir dengan keguguran atau kematian janin. Kista seperti anggur akan keluar melalui vagina dengan sendirinya, beberapa wanita juga mungkin harus dikuret untuk mengangkat jaringan yang tersisa dalam rahim. 

Dalam kasus yang jarang terjadi, ibu membutuhkan histerektomi atau operasi pengangkatan seluruh rahim untuk mengobati hamil anggur karena tumor berisiko berkembang menjadi kanker. Akibatnya ibu tidak akan bisa memiliki anak lagi di kemudian hari. 

Catatan

Ibu yang mengalami hamil anggur akan mengalami guncangan secara emosional, apalagi jika kejadian ini berulang selama beberapa kali. Karena merupakan kelainan genetik, sulit untuk melakukan pencegahan agar kehamilan molar tidak terjadi. 

Untuk mencegah pengangkatan rahim atau infeksi, ibu harus mengenali ciri-ciri hamil anggur sedini mungkin lalu konsultasikan perawatan terbaik dengan dokter.