Pengobatan Diabetes Berdasarkan Jenisnya

Pengobatan Diabetes Berdasarkan Jenisnya

  • October 14, 2021

Insulin atau obat diabetes lainnya sering digunakan dalam pengobatan diabetes. Seiring dengan pilihan makanan sehat dan aktivitas fisik, obat-obatan ini dapat membantu Anda mengelola kadar gula darah dan menghindari risiko penyakit kronis yang disebabkan oleh diabetes. Ada beberapa pengobatan diabetes yang dapat dilakukan dalam dunia medis. Tentu pengobatan diabetes ini perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Obat apa yang mungkin saya minum untuk diabetes?

Obat yang Anda minum akan bervariasi menurut jenis diabetes yang Anda alami. Oleh karena itu, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan tes kadar gula darah untuk mendiagnosis penyebab diabetes yang Anda alami.

1. Diabetes tipe 1

Jika Anda menderita diabetes tipe 1, Anda harus mengonsumsi insulin karena tubuh Anda tidak dapat memproduksi hormon insulin yang cukup, atau bahkan tidak memproduksi sama sekali insulin. Insulin adalah hormon yang berguna untuk mengubah gula (glukosa) menjadi energi dan menyalurkannya ke seluruh sel-sel tubuh Anda. Kadar insulin yang rendah atau tidak ada sama sekali dapat meningkatkan glukosa dalam darah Anda dan menumpuk. Selain itu, sel-sel tubuh juga tidak mendapatkan asupan energi untuk bekerja dengan baik. 

Diabetes tipe 1 biasanya disebabkan oleh gangguan sistem imun tubuh, sehingga memengaruhi kerja pankreas. Selain itu, riwayat penyakit yang diderita keluarga (genetik) juga menjadi faktor penyumbang risiko diabetes tipe 1. 

Untuk memenuhi kebutuhan insulin, Anda mungkin akan mengonsumsi obat-obatan oral maupun suntik dan pompa untuk bertahan hidup. Selain itu, Anda perlu memeriksa kadar gula darah setiap saat. Anda dapat menggunakan alat CGM untuk memantau kadar gula darah dan memastikan dalam kadar yang normal. Oleh karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan, maka penderita diabetes harus mengonsumsi obat setiap hari. 

2. Diabetes tipe 2

Berbeda dengan diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dewasa. Umumnya penyakit ini disebabkan oleh makanan yang tidak sehat dan aktivitas yang kurang (gaya hidup tidak sehat). Pada penderita diabetes 2, pankreas dapat memproduksi insulin namun beberapa faktor menyebabkan insulin ini tidak dapat bekerja dengan maksimal. 

Banyak orang dengan diabetes tipe 2 membutuhkan obat diabetes juga untuk mengontrol gula darah. Obat-obatan ini mungkin termasuk pil diabetes. Pada waktunya, Anda mungkin perlu mengonsumsi lebih dari 1 jenis obat diabetes untuk mengontrol glukosa darah Anda. Obat-obatan yang dikonsumsi untuk mengendalikan kadar gula agar tidak melonjak secara drastis seperti SGLT2, GLP-1, Metformin, Meglitinides, Sulfonylureas, dan injeksi insulin. Sementara itu, pada penderita diabetes tipe 2 yang sedang hamil, umumnya dokter akan memberikan obat penurun kolesterol, hipertensi, dan aspirin dalam dosis tertentu agar tidak membahayakan janin.

3. Diabetes gestasional

Jika Anda menderita diabetes gestasional, Anda harus terlebih dahulu mencoba mengontrol kadar glukosa darah, menerapkan gaya hidup yang sehat, dan melakukan berolahraga secara teratur. Jika Anda tidak dapat mencapai target glukosa darah normal, dokter mungkin akan memberikan obat diabetes, seperti insulin atau pil diabetes metformin, yang mungkin aman untuk Anda konsumsi selama kehamilan. Selain itu, dokter Anda mungkin akan segera memberi Anda obat diabetes jika glukosa darah Anda sangat tinggi.

Efek Samping Obat Diabetes

Minum obat diabetes Anda seperti yang telah diinstruksikan oleh dokter dapat membantu mencegah efek samping dan masalah diabetes. Namun, sama seperti obat-obatan lainnya, obat diabetes bisa saja memiliki efek samping tertentu, tergantung merek dan jenis obatnya. Tanyakan kepada dokter Anda apakah pengobatan diabetes yang Anda konsumsi dapat menyebabkan hipoglikemia atau efek samping lainnya, seperti sakit perut dan penambahan berat badan.

Gejala Perut Terasa Penuh dan Sesak

  • October 1, 2021

Pernahkah anda merasakan kalau perut terasa penuh dan sesak? Jika pernah mungkin saja itu terjadi karena anda tidak menjaga pola makan, seperti terlalu banyak makan makanan berlemak, minum minuman bersoda, atau bahkan bir. Selain itu, penyebab lain perut terasa penuh dan sesak adalah asam lambung naik, terlalu banyak menelan angin, dan efek sebelum atau saat haid. 

Sebetulnya, kondisi perut terasa penuh dan sesak ini dapat diketahui gejalanya. Kondisi perut yang membuat munculnya sensasi begah ini dapat terjadi karena gas di dalam perut. Nah, bagi orang yang mengalaminya, biasanya gejala yang dirasakan adalah rasa ingin sendawa. Namun, orang yang perutnya terasa penuh dan sesak, biasanya sendawa yang dilakukan itu sering. Kondisi itu terus terjadi lantaran seakan-akan baru akan berhenti kalau kelebihan gas yang di dalam perut sudah keluar semuanya. 

Perut begah akibat kekenyangan

Selain dari sendawa, gejala lain perut terasa penuh dan sesak adalah sering kentut. Adapun kentut bisa menjadi gejala sangatlah wajar. Hal tersebut karena fungsi kentut dengan sendawa sama, yaitu mengeluarkan gas yang ada di dalam perut. Sebagai informasi, saat kita kentut, angin yang keluar itu merupakan gas yang dihasilkan oleh sisa makanan yang tidak dicerna tubuh. 

Gejala selanjutnya adalah perut menjadi besar. Tentu itu masuk gejala karena perut terasa penuh dan sesak ini menandakan banyaknya gas di dalam tubuh, sehingga yang terjadi adalah perut menjadi membesar. Namun, anda tidak perlu khawatir. Sebab, perut akan kembali normal seiring keluarnya gas dari dalam perut. 

Lantas bagaimana mengatasi perut yang terasa penuh dan sesak ini? Lantaran perut terasa penuh dan sesak ini kerap terjadi karena gas dalam tubuh, maka cara terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan pola makan. Agar tidak terlalu banyak gas di dalam tubuh, anda disarankan untuk makan makanan berserat dan menjaga asupan air mineral yang cukup. 

Menjaga asupan air untuk tubuh disarankan karena jika kita kekurangan air, tubuh kesulitan mencerna makanan. Apabila itu terjadi, maka kotoran menjadi keras dan bisa menumpuk di dalam perut. Jika itu yang kemudian terjadi, maka perut juga bisa terasa penuh dan sesak. Di sisi lain, agar terhindar dari perut penuh dan sesak, anda disarankan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan hindari minum soda serta bir. 

Berikutnya, jika perut terasa penuh dan sesak akibat asam lambung, maka anda bisa mengonsumsi obat asam lambung itu sendiri. Sebab, sensasi perut penuh dan sesak bisa hilang dengan sendirinya seiring dengan meredanya asam lambung. Untuk obat asam lambung ini sendiri ada yang medis, ada pula yang herbal atau alami. Namun, apa pun jenis yang dipilih, tetaplah konsumsi obat dengan aturan pakainya. 

Demikianlah penjelasan yang dapat disampaikan terkait gejala perut terasa penuh dan sesak. Apabila kita tengah mengalami gejalanya, maka disarankan agar tidak ditahan. Jika ingin sendawa atau kentut, keluarkan saja. Sebagaimana yang telah disampaikan, dua hal itu sebetulnya bagus untuk tubuh kita karena yang dikeluarkan adalah gas yang membuat perut terasa sesak. 

Di sisi lain, dengan pemaparan yang telah disampaikan, diharapkan kita bisa menjalankan tata cara pencegahan, seperti menjaga pola makan. Akhir kata, semoga artikel ini bisa membantu anda dalam mencari tahu gejala perut terasa penuh dan sesak. Tentu yang diharapkan adalah kita semua dalam kondisi sehat dan tidak mengalami kondisi tersebut karena perut yang terasa penuh dan sesak bisa mengganggu aktivitas.

Penyebab Sakit Perut Karena Makan Pedas

  • August 20, 2021

Bagi masyarakat Indonesia, tidak pas rasanya jika tidak menyantap makanan pedas. Makanan dengan cita rasa pedas seperti sambal sudah menjadi ciri khas masyarakat. Namun tidak semua orang kuat mengonsumsi makanan pedas, ada orang-orang yang sering mengalami sakit perut karena makan pedas.

Penyebab Sakit Perut Karena Makan Pedas

Rasa sakit tersebut disebabkan oleh senyawa kimia aktif yang disebut capsaicin. Normalnya, capsaicin menimbulkan sensasi hangat saat dikonsumsi sehingga memicu timbulnya keringat untuk membantu mendinginkan tubuh. 

Namun ada sebagian orang yang memiliki masalah pencernaan mengalami sakit perut usai mengonsumsi makanan pedas. Hal tersebut terjadi karena capsaicin bersentuhan dengan mukosa lambung sehingga menyebabkan iritasi. Ketika lambung teriritasi, maka produksi asam lambung akan meningkat.

Sakit perut bagian atas dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit.

Meningkatnya asam lambung bukan hanya karena mengonsumsi makanan pedas, ada beberapa faktor lainnya yang dapat membuat asam lambung naik yaitu:

  • Kelebihan berat badan
  • Merokok
  • Kehamilan
  • Stres
  • Konsumsi beberapa obat-obatan, seperti obat penghilang rasa sakit anti-inflamasi (seperti ibuprofen)

Sakit perut karena makan pedas bukan hanya disebabkan oleh cabai. Ada berbagai makanan lain yang turut memicu mulas dan gangguan pencernaan, seperti:

  • Bawang merah
  • Coklat
  • Kopi
  • Alkohol
  • Bawang putih
  • Tomat
  • Garam
  • Makanan berlemak

Selain karena asam lambung, capsaicin juga dapat memperburuk sakit perut pada orang yang menderita sindrom iritasi usus besar (IBS). Yang gejalanya meliputi sakit perut, sembelit dan diare.

Karena itu, Anda yang memiliki pencernaan sensitif sebaiknya membatasi konsumsi makanan pedas.

Cara Mengatasi Sakit Perut Karena Makan Pedas

Saat mengonsumsi makanan pedas, banyak orang yang meminum minuman dingin untuk meredakan sensasi terbakar. Padahal air dingin justru akan memperparah rasa terbakar tersebut. Berikut beberapa alternatif yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sakit perut karena makan pedas.

  1. Mengonsumsi Susu

Saat merasakan sensasi terbakar atau mulas akibat makanan pedas, kamu bisa mengatasinya dengan mengonsumsi susu atau yogurt. Susu bekerja layaknya sabun yang membersihkan lemak pada piring. Dengan kata lain, susu dapat menghilangkan dan melarutkan capsaicin penyebab rasa tidak nyaman pada perut.

  1. Roti dan Nasi

Anda bisa mengonsumsi roti atau nasi untuk mengatasi sakit perut karena makan pedas. Meski keduanya tidak bertindak seperti susu yang melarutkan capsaicin. Namun roti dan nasi dapat menyerap capsaicin dengan baik.

  1. Madu atau Gula

Sesendok gula atau madu dapat menyerap capsaicin untuk meredakan sensasi pedas. Anda juga bisa mencampur madu dengan lemon. Lemon bekerja dengan menetralkan capsaicin dengan mengikatnya. Namun bagi Anda yang memiliki asam lambung, tidak disarankan menambahkan lemon.

  1. Air Hangat

Banyak yang mengira jika air dingin dapat meredakan sensasi pedas yang mereka rasakan. Padahal air hangat lah yang benar-benar dapat meredakan sensasi pedas tersebut. Pada awalnya mungkin terasa tidak nyaman, namun dalam beberapa saat, rasa pedas akan langsung mereda.

  1. Jahe

Jahe efektif mengatasi permasalahan perut seperti mulas, mual, muntah hingga mabuk perjalanan. Jahe juga relatif aman dikonsumsi bagi sebagian orang termasuk ibu hamil. Anda bisa mengonsumsi jahe dalam bentuk teh atau meminum air rebusannya.

Sakit perut karena makan pedas selain karena masalah pencernaan yang sensitif, juga disebabkan oleh konsumsi berlebihan. Karena faktanya, mengonsumsi cabai dalam jangka panjang telah terbukti dapat memperbaiki rasa tidak nyaman pada perut. Dan pada penelitian, capsaicin dapat menghambat sekresi asam, meningkatkan aliran darah ke mukosa dengan merangsang sekresi lendir yang dapat melindungi lapisan lambung.

Penyebab & Cara Mencegah Sakit Punggung Sebelah Kanan Bawah

  • August 6, 2021

Anda pernah merasakan sakit punggung, namun hanya sebelah kanan bawah saja? Sakit punggung sebelah kanan bawah merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan orang dan bisa terjadi di salah satu bagian tubuh saja, misalnya sebelah kanan. Sakit punggung sebelah kanan bawah ini bisa disebabkan oleh cedera otot, gangguan saraf dan tulang belakang, hingga gangguan organ tubuh bagian dalam. Melansir dari Medical News Today, berikut beberapa penyebab sakit punggung sebelah kanan bawah.

Sakit punggung tengah adalah kondisi rasa nyeri atau tidak nyaman pada area tulang belakang dada
  1. Cedera Otot atau Tulang Belakang

Cedera otot atau tulang belakang ini adalah penyebab sakit punggung sebelah kanan bawah yang paling umum diderita orang. Cedera ini bisa disebabkan oleh mengangkat benda berat dengan teknik mengangkat yang tidak tepat, gerakan peregangan badan yang berlebihan atau tidak melakukan pemanasan yang benar sebelum olahraga, dan gerakan tubuh yang canggung, seperti salah bantal saat tidur dan posisi duduk yang terlalu lama.

  1. Spinal Stenosis 

Sakit punggung sebelah kanan bawah juga bisa menandakan adanya spinal stenosis, yaitu suatu kondisi dimana terjadi penyempitan pada tulang belakang yang menyebabkan saraf tertekan dan menimbulkan rasa nyeri. Rasa nyeri ini tidak hanya terasa di bagian punggung sebelah kanan saja, namun bisa menjalar keseluruh tubuh, mulai pinggul sampai kaki. 

  1. Radang Usus Buntu

Biasanya kita menduga kalau sakit punggung sebelah kanan bawah ini hanya disebabkan oleh cedera atau ada saraf yang terjepit. Padahal sakit punggung sebelah kanan ini juga bisa disebabkan oleh radang usus buntu. Radang usus buntu atau apendisitis adalah peradangan pada usus buntu yang dapat terjadi karena adanya penyumbatan atau infeksi. Peradangan ini biasanya menimbulkan rasa sakit di sisi kanan bawah perut dan menjalar hingga ke sisi kanan punggung. 

  1. Batu Ginjal

Terletak di area punggung bawah, banyak orang yang tidak menyadari bahkan cenderung mengabaikan kalau sakit punggung sebelah kanan bawah merupakan ciri umum dari sakit ginjal, seperti infeksi dan batu ginjal. Ciri lainnya berupa urin yang keruh atau berdarah, demam, dan sakit ketika buang air kecil. Rasa sakit yang ditimbulkan dari batu ginjal ini juga bisa menyebar ke selakangan dan perut bagian bawah. 

  1. Kolitis Ulserativa

Kolitis ulserativa atau ulcerative colitis adalah peradangan yang terjadi pada lapisan usus besar yang ditandai dengan diare yang disertai darah atau nanah, demam, sering merasa ingin buang air besar, dan berat badan yang turun. Selain itu, peradangan ini juga menimbulkan rasa nyeri dan kram perut yang bisa meluas hingga ke satu atau kedua sisi punggung. 

Cara untuk Mencegah Sakit Punggung Sebelah Kanan

Sakit punggung seringkali menghambat aktivitas sehari-hari, baik sakit punggung sebelah kanan, kiri, atas, maupun bawah. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara mencegahnya. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari sakit punggung sebelah kanan, kiri, atas, maupun bawah.

  1. Olahraga Secara Teratur

Tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh saja, tapi olahraga secara teratur juga dapat mencegah sakit punggung. Dengan berolahraga tubuh akan aktif bergerak, otot-otot pun menjadi lebih kuat dan lentur. Salah satu olahraga yang bagus untuk mencegah sakit punggung sebelah kanan maupun sisi yang lain adalah pilates dan yoga. Namun, jika Anda memiliki riwayat sakit di area sekitar persendian, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar mendapat rekomendasi olahraga yang tepat. 

  1. Perbaiki Posisi Tubuh

Posisi tubuh yang salah pada saat tidur, berdiri, dan duduk ternyata juga dapat menyebabkan sakit punggung. 

Saat tidur, pastikan Anda menggunakan alas tidur yang cukup tebal dan bantal yang tidak terlalu tinggi agar leher tidak bertekuk saat Anda tidur. Kemudian, pada saat posisi tubuh saat berdiri juga harus Anda perhatikan. Berdirilah dengan punggung dan kepala tegak, serta kaki yang lurus. Sementara untuk posisi duduk, terutama bagi Anda yang lebih banyak menghabiskan waktu bekerja di depan komputer atau laptop. Duduklah dalam posisi punggung lurus dan bahu ke belakang, sementara bagian siku membentuk huruf L atau 90 derajat dan padangan sejajar dengan monitor. Ubahlah posisi duduk Anda secara teratur, misalnya setiap setengah jam sekali untuk mencegah sakit punggung sebelah kanan ataupun sisi lain.

  1. Jangan Memaksakan Diri Mengangkat Beban Berat

Salah satu penyebab sakit punggung adalah sering memaksakan diri untuk mengangkat beban yang berat. Mintalah bantuan orang lain, apabila tidak sanggup untuk mengangkatnya sendiri atau menggunakan bantuan alat. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan posisi saat mengangkat beban tersebut. Sebaiknya hindari posisi punggung membungkuk dengan kaki lurus saat mengangkat beban karena berpotensi menimbulkan cedera pada punggung. 

Itulah beberapa penyebab sakit punggung sebelah kanan bawah serta cara untuk mencegahnya. Segera hubungi dokter apabila sakit punggung tidak kunjung membaik bahkan semakin memburuk dan mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. 

Apa Saja Cara Untuk Mengatasi Gigi Keropos?

  • June 9, 2021

Sejak kecil, Anda mungkin telah diajarkan orang tua untuk menggosok gigi secara rutin. Menggosok gigi setiap hari dapat melindungi gigi dari berbagai risiko seperti gigi keropos. Gigi keropos merupakan salah satu kondisi yang dialami penderita karena masalah pada enamel (lapisan paling luar gigi). Kondisi tersebut bisa semakin memburuk (jika tidak dirawat dengan baik) dan tidak dapat kembali seperti semula. Jika Anda mengalami gigi keropos, Anda bisa mempelajari cara mengatasi gigi keropos.

Penyebab gigi keropos adalah lapisan enamel gigi yang rusak atau menipis

Enamel Penting Untuk Dijaga

Enamel merupakan bagian ujung atas gigi yang memiliki cangkang yang keras. Cangkang tersebut memiliki kegunaan dalam melindungi gigi dari kebiasaan yang dilakukan manusia sehari-hari seperti menggigit dan mengunyah. Tidak hanya itu, enamel juga memiliki kegunaan dalam melindungi gigi manusia dari suhu dan bahan kimia yang dapat memperburuk kondisi gigi atau bagian tubuh lain.

Enamel menutupi mahkota gigi dimana bagian tersebut bisa dilihat di luar gusi. Enamel juga merupakan bagian gigi yang tembus pandang dimana cahaya dari bagian tersebut bisa dilihat dengan jelas. Meskipun dapat menunjukkan cahaya, warna gigi manusia ditentukan oleh dentin (lapisan tengah gigi). Tergantung dari apa yang dikonsumsi manusia, warna gigi bisa berubah menjadi warna lain (selain putih), yakni kuning atau coklat.

Risiko Pada Enamel

Jika enamel bermasalah, bagian tersebut dapat menimbulkan risiko berikut:

  • Kerusakan pada gigi

Kerusakan pada gigi seperti gigi keropos bisa terjadi karena berbagai faktor seperti mengkonsumsi makanan yang mengandung asam tinggi. Jika tidak dirawat dengan baik, kondisinya bisa semakin buruk. Kondisi tersebut juga tidak dapat diperbaiki.

  • Gigi sensitif

Gigi sensitif bisa terjadi ketika Anda mengkonsumsi makanan atau minuman yang panas atau dingin. Hal tersebut terjadi karena kandungannya dapat menembus ke dalam enamel dan mencapai saraf gigi.

Oleh karena itu, Anda perlu waspada jika Anda ingin mengkonsumsi sesuatu. Jika kondisi gigi Anda semakin parah, Anda sebaiknya hubungi dokter.

Faktor yang Dapat Menimbulkan Masalah Pada Enamel

Kondisi enamel bisa memburuk karena faktor berikut:

  • Kandungan asam

Kandungan asam yang tinggi, baik dari makanan maupun minuman, dapat meningkatkan risiko pada enamel.

  • Penyakit

Penyakit asam lambung (GERD) merupakan penyakit yang tidak hanya berisiko pada lambung, namun juga berisiko pada enamel.

  • Penggunaan obat

Obat antihistamin dan aspirin merupakan contoh obat yang dapat menimbulkan risiko pada enamel.

  • Faktor genetik

Masalah pada enamel juga bisa terjadi karena faktor genetik. Jika penderita telah mengalami kondisi tersebut, mereka bisa menurunkan kondisinya ke anak mereka.

  • Faktor lain

Faktor lain seperti kebiasaan menggesek gigi dapat meningkatkan risiko pada enamel.

Jika Kondisi Gigi Anda Memburuk

Jika kondisi gigi Anda memburuk, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang timbul.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang digunakan (jika Anda memilikinya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan mengajukan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala yang Anda alami terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah Anda sering mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung asam tinggi?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter akan melakukan diagnosis yang melibatkan tes pencitraan seperti X-ray.

Cara Mengatasi Gigi Keropos

Berikut adalah cara untuk mengatasi gigi keropos:

  • Rajin menggosok gigi (dua kali sehari).
  • Gunakan pasta gigi fluorida.
  • Jangan mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung asam secara berlebihan.

Kesimpulan

Enamel merupakan bagian penting yang perlu dijaga. Walaupun enamel merupakan bagian yang kuat (karena memiliki cangkang yang keras), bagian tersebut bisa rusak karena berbagai faktor seperti mengkonsumsi asam secara berlebihan. Jika enamel bermasalah, hal tersebut dapat menyebabkan gigi keropos. Oleh karena itu, cara mengatasi gigi keropos perlu dilakukan. Jika kondisi gigi Anda memburuk, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.