Waspadai Ciri-Ciri Hamil Anggur dan Komplikasinya

Waspadai Ciri-Ciri Hamil Anggur dan Komplikasinya

  • November 11, 2021

Gangguan kehamilan yang satu ini, termasuk langka yang terjadi pada 1 dari setiap 1.000 kehamilan. Namun, ibu tetap harus mewaspadai ciri-ciri hamil anggur dan mengetahui masalah kesehatan pada bayi dan ibu hamil yang disebabkan oleh hamil anggur. 

Hamil anggur (mola hidatidosa) atau disebut juga dengan molar pregnancy adalah kondisi dimana bayi tidak memiliki plasenta yang sehat tapi justru mengembangkan tumor non-kanker. Hamil anggur merupakan salah satu dari banyaknya komplikasi kehamilan yang disebabkan oleh kelainan genetik. 

Lebih dekat dengan hamil anggur

Hamil anggur terjadi ketika sel telur tidak terbuahi oleh sperma secara benar dan menyebabkan kelainan pada plasenta. Selama proses pembuahan, harusnya plasenta terbentuk secara normal agar bayi bisa menerima pasokan nutrisi, oksigen, dan darah dari ibu. Sebaliknya, sel-sel yang akan berkembang menjadi plasenta justru berubah menjadi tumor. 

Hamil anggur adalah salah satu jenis penyakit trofoblas gestasional (GTD) yaitu sekelompok kondisi yang menyebabkan tumor tumbuh di rahim. Dalam kasus ini, tumor berupa kista berisikan cairan yang berbentuk menyerupai kumpulan buah anggur. 

Terdapat dua jenis hamil anggur (kehamilan molar), yaitu kehamilan mola parsial dimana embrio masih memiliki beberapa jaringan plasenta, dan kehamilan mola lengkap dimana embrio tidak memiliki jaringan plasenta sama sekali. 

Penyebab dan faktor risiko

Hamil anggur sangat erat kaitannya dengan kelainan genetika pada kromosom embrio. Kromosom berisikan gen yang menyimpan sifat khusus yang diturunkan dari orang tua ke anak. Normalnya, seorang anak mendapatkan satu kromosom dari ibu dan satu dari ayah dengan total kromosom 46. Namun pada hamil anggur, sel telur kosong dibuahi oleh satu atau dua sperma dan 2 pasang kromosom semua berasal dari ayah karena kromosom dari sel telur ibu tidak aktif atau hilang. 

Seorang wanita berisiko tinggi mengalami hamil anggur jika memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Hamil di usia kurang dari 20 tahun atau di atas 35 tahun. Risikonya akan lebih tinggi jika ibu berusia lebih dari 40 tahun
  • Pernah mengalami kehamilan molar sebelumnya
  • Memiliki riwayat keguguran sebanyak dua kali atau lebih

Wanita dengan ras tertentu atau lokasi tempat tinggal juga dipercaya dapat meningkatkan risiko hamil anggur. Penelitian di Amerika Serikat menemukan wanita keturunan Eropa memiliki risiko hamil anggur yang lebih tinggi dibandingkan wanita etnis lain. 

Tanda dan gejala yang harus diwaspadai

Awalnya, wanita yang hamil anggur terlihat seperti memiliki kehamilan yang sehat. Namun setelah beberapa saat mulai tampak gejala yang mencurigakan. Ciri-ciri hamil anggur mungkin mirip dengan masalah medis atau komplikasi kehamilan lainnya, karena itu ibu harus melakukan pemeriksaan sedini mungkin jika merasakan gejala di antaranya:

  • Pendarahan vagina dalam trimester pertama kehamilan
  • Mual dan muntah yang parah (terutama di pagi hari)
  • Preeklamsia atau hipertensi
  • Tingkat HCG tinggi
  • Ukuran perut lebih besar atau meningkat diatas kehamilan yang sehat, atau bisa juga ukuran perut dibawah yang seharusnya
  • Tidak ditemukan detak jantung atau pergerakan dari janin
  • Keluarnya kista menyerupai anggur dari vagina
  • Tiroid terlalu aktif (hipertiroidisme)
  • Anemia
  • Nyeri panggul yang hebat

Apakah hamil anggur bisa disembuhkan?

Kebanyakan wanita dengan hamil anggur berakhir dengan keguguran atau kematian janin. Kista seperti anggur akan keluar melalui vagina dengan sendirinya, beberapa wanita juga mungkin harus dikuret untuk mengangkat jaringan yang tersisa dalam rahim. 

Dalam kasus yang jarang terjadi, ibu membutuhkan histerektomi atau operasi pengangkatan seluruh rahim untuk mengobati hamil anggur karena tumor berisiko berkembang menjadi kanker. Akibatnya ibu tidak akan bisa memiliki anak lagi di kemudian hari. 

Catatan

Ibu yang mengalami hamil anggur akan mengalami guncangan secara emosional, apalagi jika kejadian ini berulang selama beberapa kali. Karena merupakan kelainan genetik, sulit untuk melakukan pencegahan agar kehamilan molar tidak terjadi. 

Untuk mencegah pengangkatan rahim atau infeksi, ibu harus mengenali ciri-ciri hamil anggur sedini mungkin lalu konsultasikan perawatan terbaik dengan dokter.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*