Ciri-Ciri Kelenjar Getah Bening Bengkak yang Serius, Segera Bawa ke Dokter!

  • November 12, 2021
Kelenjar getah bening bengkak dapat terjadi di area leher

Membengkaknya kelenjar getah bening atau limfadenopati merupakan tanda tubuh sedang berjuang melawan infeksi virus, bakteri, atau patogen yang menyebabkan penyakit. Pembengkakan kelenjar getah bening bukanlah suatu hal yang dikhawatirkan, namun dalam kasus tertentu hal ini bisa menjadi tanda kondisi medis yang serius. 

Lalu bagaimana ciri-ciri kelenjar getah bening membengkak yang bisa mengarah ke kondisi serius? Baca terus artikel kami berikut ini. 

Kenali penyebab kelenjar getah bening membengkak

Kelenjar getah bening berfungsi sebagai filter untuk menyaring benda-benda yang masuk ke dalam tubuh. Ketika virus, bakteri, atau patogen melalui kelenjar getah bening, mikroorganisme tersebut akan di tahan dan disingkirkan. Pada saat proses inilah kelenjar getah bening bisa membengkak. 

Terdapat kurang lebih 600 kelenjar getah bening di seluruh tubuh, mulai dari rahang, dada, lengan, perut, dan kaki. Membengkaknya kelenjar getah bening di salah satu area tubuh menandakan infeksi atau masalah pada bagian tersebut. 

Misalnya, infeksi saluran napas atas bisa menyebabkan membengkaknya kelenjar getah bening di leher. Selain itu, penyebab lainnya meliputi:

  • Pilek dan flu
  • Infeksi sinus
  • Radang tenggorokan
  • Luka kulit
  • Mononukleosis
  • Lupus
  • Rheumatoid arthritis
  • Cacar air

Tanda pembengkakan kelenjar getah bening yang normal

Normalnya kelenjar getah bening membengkak ketika infeksi mulai menyerang. Benjolan akan berukuran seperti kacang polong atau lebih besar sebesar buah ceri ketika lebih banyak sel darah putih datang untuk membantu. 

Benjolan akibat pembengkakan kelenjar getah bening bisa muncul di salah satu atau kedua sisi, misalnya di leher. Selain itu, ciri-ciri kelenjar getah bening yaitu:

  • Sakit atau nyeri tekan, atau ketika Anda melakukan gerakan tertentu yang bisa mempengaruhi kelenjar getah bening yang bengkak
  • Tidak keras, melainkan terasa lunak atau lembut ketika disentuh
  • Demam
  • Kelelahan

Pembengkakan juga bisa disertai dengan gejala yang berkaitan dengan area tubuh yang terinfeksi, misalnya radang tenggorokan, batuk, dan susah menelan.

Kapan pembengkakan kelenjar getah bening perlu dikhawatirkan?

Kelenjar getah bening biasanya akan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan apapun. Kompres hangat atau mengonsumsi obat pereda nyeri hanya bisa membantu meredakan gejalanya, bukan mengempiskan benjolan. Pasien juga akan disarankan untuk meningkatkan asupan cairan dan istirahat yang cukup untuk mempercepat pemulihan.

Namun jika bengkak tak kunjung hilang setelah 2 minggu pasca sembuh dari sakit, disarankan untuk segera dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Tanda peringatan lain yang harus diwaspadai yaitu:

  • Ukuran benjolan lebih dari 2,5 cm
  • Keluar nanah dari benjolan
  • Benjolan terasa keras atau tidak bergerak ketika ditekan
  • Demam tinggi selama lebih dari 3-4 hari
  • Terjadinya penurunan berat badan drastis tanpa penyebab yang jelas
  • Berkeringat terlalu banyak di malam hari
  • Pembengkakan kelenjar getah bening tanpa tanda-tanda penyakit atau infeksi yang terlihat
  • Pembengkakan kelenjar getah bening muncul di atas atau di bawah tulang selangka
  • Sangat sulit menelan jika terdapat pembengkakan kelenjar getah bening di tenggorokan 

Untuk menentukan penyebabnya, dokter akan melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan dan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Terdapat kemungkinan benjolan yang terasa keras, berukuran sangat besar, dan tidak bergerak saat didorong merupakan tanda kanker. 

Pembengkakan disebabkan karena sel kanker telah menjalar ke kelenjar, misalnya kanker payudara yang membuat kelenjar getah bening di ketiak membengkak. Selain itu, HIV/AIDS, leukimia, limfoma, dan tuberkulosis juga bisa menjadi penyebab pembengkakan kelenjar getah bening yang serius.

Catatan

Ciri-ciri kelenjar getah bening bengkak yang paling umum adalah terdapat benjolan kecil di area tubuh tertentu yang terasa lunak ketika dipegang. Benjolan ini umumnya terasa sakit ketika disentuh, tapi gejalanya akan mereda dengan sendirinya. Namun jika disertai gejala lain yang tak wajar, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*