Mengenal Klinik Hearing Vision RS THT Proklamasi BSD

  • November 5, 2021

Klinik Hearing Vision merupakan klinik khusus yang menyediakan pemeriksaan seputar gangguan pendengaran yang berada di RS THT Proklamasi BSD. Beralamat di  Kompleks CBD Kav. 7 BSD ini juga memiliki cabang lainnya di Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Ambon, Bandung dan Surabaya.

Mengenal Klinik Hearing Vision RS THT Proklamasi BSD

Selain melayani pemeriksaan seputar pendengaran lengkap, Klinik Hearing Vision juga dapat memberikan skrining untuk bayi baru lahir guna melihat ada atau tidaknya masalah pada pendengaran. Bukan hanya bayi, skrining pendengaran juga bisa bisa digunakan untuk orang  lanjut usia.

Layanan yang ada juga memiliki tahapan, namun tahapan yang ada pada anak-anak berbeda dengan tahapan untuk orang dewasa. Berikut tahapan pemeriksaan pendengaran atau audiometri di Klinik Hearing Vision RS THT Proklamasi BSD.

Tahapan Pertama

  • Otoscopy

Tahapan awal adalah dengan pemeriksaan telinga atau otoscopy. Nantinya dokter THT akan memeriksa telinga guna mendiagnosis infeksi telinga. Selain itu, pemeriksaan ini juga digunakan untuk orang yang menderita:

  • Sakit telinga
  • Gangguan pendengaran
  • Dengungan di telinga, atau
  • Masalah terkait telinga lainnya

Lalu dokter akan melihat saluran dan gendang telinga dengan otoskop, Pada ujung otoskop terdapat lampu yang bisa memudahkan dokter melihat ke dalam telinga.

Untuk pemeriksaan otoscopy, anak-anak akan berbaring telentang dengan kepala menghadap ke samping sedangkan orang dewasa akan duduk dengan memiringkan kepala.

Tahapan Kedua

  • Audiometri untuk orang dewasa

Tes audiometri berguna untuk menguji seberapa baik pendengaran berfungsi. Tes ini bisa membantu dokter melihat apakah Anda memiliki gangguan pendengaran atau tidak.

Dalam pemeriksaan ini, Anda akan menggunakan headphone. Lalu dokter akan memainkan serangkaian suara dengan volume yang berbeda di satu telinga pada waktu yang bersamaan. Anda harus mengangkat tangan untuk memberi tahu dokter telinga mana yang bisa mendengar suara tersebut.

  • Otoacoustic Emissions (OAE) untuk anak-anak

Tes ini berguna untuk melihat apakah telinga bagian dalam atau koklea bekerja dengan baik dengan menangkap emisi dari koklea. Nantinya probe atau earphone kecil akan ditempatkan pada telinga anak guna memperdengarkan suara klik. Lalu komputer akan merekam gema yang dihasilkan oleh koklea. Tes ini berguna untuk anak-anak atau bayi baru lahir yang tidak bisa memberikan respon langsung jika menggunakan tes dengan audiometri biasa.

Jika hasil dari audiometri atau OAE test normal atau baik, maka pasien tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan tambahan.

Tahapan Ketiga

Hasil pemeriksaan audiometri pada orang dewasa memberikan hasil penurunan pendengaran, maka pasien bisa menggunakan alat bantu dengar. Sedangkan pada anak-anak atau bayi, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan.

  • Tes BERA 

Tes BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry) di Klinik Hearing Vision RS THT Proklamasi merupakan tes yang berguna untuk melihat bagaimana respon saraf pendengaran dan otak terhadap suara suara. 

Pada tes ini, dokter akan menempatkan earphone kecil pada telinga anak dan elektroda di antara telinga dan dahi. Ketika suara klik terputar melalui earphone, maka elektroda akan mengukur respon dari saraf pendengaran dan otak terhadap suara tersebut.

Untuk melakukan pemeriksaan ini, bayi harus dalam keadaan tenang atau tertidur. Jika anak berusia diatas satu tahun, maka dokter akan memberikan obat sedative dengan dosis sangat rendah untuk membuat anak tenang.

Jika dari hasil pemeriksaan BERA menunjukkan jika adanya penurunan pendengaran, maka anak-anak bisa mendapatkan pemasangan alat bantu dengar.

Itulah beberapa tahapan pengobatan gangguan pendengaran di Klinik Hearing Vision pada RS THT Proklamasi BSD.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*